CEO AMD Memperkirakan Nilai Data AI di Tahun 2030 – CEO Advanced Micro Devices atau AMD, yaitu Lisa Su, meramalkan nilai pasar pusat data berdasarkan kecerdasan buatan atau AI akan sampai USD 1 triliun atau Rp 16.706 triliun di tahun 2030. Penjelasan ini di jelaskan di acara Financial Analyst Day di New York di hari Selasa, 10 November 2025. Di mana Su menjelaskan peningkatan pendapatan perusahaan dan proyeksi kinerja bisnis ke depan.
Di ambil dari Yahoo Finance, pada Jumat, 14 November 2025, Su juga menjelaskan AMD sekarang mencatat momentum kuat dengan beragam kesempatan proyek berskala gigawatt untuk chip seri MI450 dan solusi prasarana serta substruktur data center Helios, yang di arahkan untuk perusahaan Alternative, serta bisnis punya pemerintah.
Pusat slot bonus data merupakan kesempatan peningkatan besar yang ada, serta AMD ada di posisi yang kuat untuk memanfaatkannya. Sekarang AMD mempunyai semua bahan untuk menciptakan full AI factories, dari CPU, GPU, perangkat lunak, jaringan, sampai desain sistem tingkat gabungan. Hal ini menjadi tujuan utama di semua produk AMD.
Baca juga : Pariwisata Mulai Naik Indonesia di Minta Melihat Potensi
Estimasi Penghasilan serta Peningkatan AMD
Selama beberapa bulan terakhir, AMD sudah membuat beberapa pengumuman besar, termasuk kesepakatan untuk menyediakan enam gigawatt GPU ke OpenAI serta menyuplai tambahan 50.000 chip untuk Oracle. Untuk hasilnya, Su menjelaskan, bisnis pusat data AMD di perkirakan akan mendapat penghasilan sampai puluhan miliar dolar di tahun 2027, serta kesempatan besar untuk memperoleh jatah dua digit di pasar pusat data AI. Menurutnya, hal ini sama dengan tingkat perkembangan tahunan majemuk atau CAGR sebesar 80% untuk penghasilan AI di tiga sampai lima tahun ke depan.
Berkompetisi secara intens dengan Nvidia
Di ambil dari Yahoo Finance, AMD sekarang sedang bersaing secara intens dengan Nvidia atau NVDA slot gacor yang masih dominan di pasar pusat data AI. Investasi pasar Nvidia sampai USD 4,7 triliun atau Rp 78.548 triliun serta sebelumnya pernah sampai USD 5 triliun atau Rp 83.553 triliun. Sementara, investasi pasar AMD ada di level USD 396 miliar atau Rp 661,63 triliun. Walaupun seperti itu, perusahaan tetap optimis akan mengalami pertumbuhan penting secara menyeluruh. Selain menghadapi Nvidia di pasar GPU AI, AMD juga bersaing serta berusaha untuk merebut jatah pasar dari Intel atau INTC di bagian CPU pusat data.
Target Jatah Pasar serta Kinerja Keuangan
Lisa Su menjelaskan, sekarang AMD menguasai kurang lebih 40 persen jatah penghasilan server serta menargetkan peningkatan yang lebih tinggi sampai 50 persen. Sementara itu, bisnis pusat data di perusahaan ini di perkirakan tumbuh dengan CAGR 50 persen. Di bagian PC, AMD yang sekarang menguasai 20 persen jatah penghasilan menargetkan kenaikan menjadi 40 persen dalam tiga sampai lima tahun lagi.
